publikzone.com


Anak Padi : Tambang dan PLTU Batu Bara Mengubur Lumbung Padi Kami


LAHAT, PUBLIKZONE  - Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, yayasan Anak Padi dan Pemuda melakukan aksi dengan datang langsung kelahan pertanian di Desa Muara Maung.

Dalam aksi ini mereka berdiskusi dan menghimpun keluhan petani secara langsung yang sedang menggarap lahannya. 

Selain itu, Anak Padi juga membagikan tudung dan membentangkan spanduk tentang penyelamatan lahan pertanian dari ancaman tambang dan PLTU batu bara.

Reza, selaku kordinator program dan kampanye Anak Padi mengatakan, Hasil panen para petani di desa muara tidak seperti dulu, sebab lahan pertanian sudah tergerus pertambangan dan PLTU batu bara yang membuat iklim semakin panas dan gersang.

“Saat ini kondisi pertanian yang ada di Desa Muara Maung sudah sangat memprihatinkan dimana lahan pertanian warga sudah dikeliling oleh pertambangan dan PLTU batu bara, sehingga membuat para petani mengeluh karena hasil panen yang tak seperti dulu lagi," jelasnya.

Dulu hasil pertanian warga lanjut dia, cukup memuaskan sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarganya untuk satu musim panen tapi sekarang lahan pertanian warga mengalami perubahan karena terkena limbah dari pertambangan dan PLTU batu bara.

"Abu sisa pembakaran batu bara yang keluar dari cerobong PLTU dapat mengakibat tanah tandus karena abu tersebut banyak mengadung zat logam berbahaya bagi manusia, hewan dan tumbuhan, sedangkan dampak dari eksploitasi batu bara ialah cuaca yang tak menentu sehingga mengakibatkan hasil panen menurun," bebernya.

Amat Supri (70), pemilik lahan pertanian di dekat PLTU batu bara mengaku, sejak tahun 90 an hasil panen sangat memuaskan dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari bahkan lebih.

"Dalam satu kali tanam padi saya mendapatkan hasil panen 700 kilo beras itu sebelum adanya PLTU  batu bara namun kini hasil panen hanya sekitar 300 kilo  sehingga tidak  mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari," ujarnya.

Selain menanam padi, lanjut dia, dirinya juga menanam jagung, kacang –kacangan dan sayur. Hasilnya pun kata dia, tidak sesuai harapan, dulu sebelum ada PLTU batu bara untuk penanaman kacang hijau hasil panen bisa mencapai 100kg lebih, tapi ketika PLTU beroperasi hasil panen turun drastis meskipun penyemprotan telah dilakukan bekali –kali.

"Kalu dide lok itu mangke hasilnya nihil”tambahnya.

Dia menambahkan, selain dampak dari PLTU batu bara, warga Desa Muara Maung juga di resahkan dengan limbah batu bara akibat aktivitas pertambangan dihulu Sungai Kungkilan. (Sam)

Posting Komentar

0 Komentar