publikzone.com


Hiswana Migas Dinilai Belum Mementingkan Kebutuhan Masyarakat, Hingga Terjadinya Carut Marut HET Gas LPG

LAHAT, PUBLIKZONE - Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) merupakan wadah bagi para pengusaha yang bergerak dalam bidang pemasaran dan penyaluran minyak dan gas bumi beserta hasil-hasil lainnya yang mempunyai hubungan kerja kemitraan dengan PT. Pertamina (Persero).

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat, Sanderson Syafe'i, ST. SH mengungkapkan, Hiswana Migas sebagai wadah bagi pengusaha di bidang hilir migas seharusnya lebih membantu terlaksananya program–program pemerintah melalui PT. Pertamina (Persero) khususnya dalam bidang penyaluran elpiji subsidi 3 kg tepat sasaran.

Lanjut Sanderson, kerjasama yang sudah terjalin dengan baik selama ini antara pemangku-pemangku kepentingan, antara lain masyarakat, Pemerintah, PT. Pertamina, BPH Migas, adalah modal bagi Hiswana Migas untuk dapat lebih baik lagi menjalankan tugas distribusi, baik distribusi BBM dan LPG bersubsidi maupun non subsidi mulai dari Agen LPG, SPBU, SPPBE, Pelumas, Transportir, Petrokimia, Premium dan Minyak Solar Packed Dealer (PSPD), dan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), jelas Sanderson kepada awak media, Selasa (31/08/21).

Sebelumnya di beberapa media, Ketua Umum DPP Hiswana Migas, Rachmad Muhamadiyah memberikan pernyataan, "Hiswana Migas Komitmen Dukung Pertamina Salurkan BBM dan LPG", namun hasil kerja dilapangan diduga belum sesuai standar teknis dalam menjalankan etika kerja sebuah profesi melayani kebutuhan masyarakat hingga daerah-daerah terpencil.

Lanjut Sanderson, Hiswana Migas belum mementingkan kebutuhan masyarakat konsumen dengan masih ada oknum yang diduga melakukan tindakan-tindakan tercela dalam Business Elpiji Subsidi, dimana fakta dilapangan diduga carut-marut terjadi mulai dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sulit terwujud di berbagai daerah, kurangnya Transparansi pangkalan oleh Agen-agen dan tidak meratanya lokasi pangkalan atau menumpuk pada satu tempat serta dikawasan elit. 

"Kehadiran organisasi Hiswana Migas belum nampak peranan dukungannya melayani kebutuhan masyarakat akan elpiji subsidi hingga daerah-daerah terpencil tersebut," bebernya.

Keraguan Sanderson lain bukan tanpa alasan, Hiswana Migas dalam laman web nya memposisikan "para anggotanya juga dikenal Bonafide", ironis organisasi akan melakukan tupoksi yang melayani pendistribusian barang subsidi elpiji 3 Kg tepat sasaran mulai dari Agen, pangkalan ke konsumen agar sesuai dengan peruntukannya yaitu rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro. 

"Seharusnya Hiswana Migas lebih fokus menjalankan visi dan misi organisasi menjadikan anggota yang profesional, mandiri dan patriotik dengan menjalin hubungan yang baik kesemua organisasi dan instansi terkait, khususnya dengan PT. Pertamina (Persero) yang dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha anggota dengan mengutamakan kepentingan kebutuhan masyarakat konsumen akhir rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro," pungkas Sanderson. (Sam)

Posting Komentar

0 Komentar