publikzone.com


Dugaan Pencurian Picu Aksi Pembunuhan Di Desa Tanjung Telang Prabumulih

PRABUMULIH, PUBLIKZONE
--- Aksi penganiayaan berujung pembunuhan kembali terjadi di Kota Prabumulih Sumatera Selatan. Kali ini seorang, lelaki bernama Suldin (50) warga Dusun I Desa Tanjung Telang tewas mengenaskan dengan sejumlah luka sabetan Parang.

Suldin meninggal seketika ditempat kejadian dengan kondisi lengan pergelangan tangan kanan terputus dan kepala nyaris terbelah. Dugaan sementara, kasus ini dilatarbelakangi tuduhan pencurian ayam.

Informasi yang dihimpun, Kasus pengeroyokkan tersebut melibatkan pelaku Erik Ustrada (25) dan Jumat (50). Anak dan ayah ini mengamuk dan menyerang Suldin dengan membabi buta.

Awalnya, korban mendatangi Jumat untuk menanyakan alasan mengapa dirinya dituduh mencuri ayam. Keduanya kemudian terlibat cekcok mulut hingga terjadi perkelahian. Pelaku Jumat yang terbakar emosi memukuli korban menggunakan linggis di bagian kepala. Akibatnya korban tersungkur ke tanah. 

Mendengar ada keributan di depan rumahnya, Erik Ustrada yang saat itu sedang mengasah parang kemudian datang. Tanpa pikir panjang ia lantas ikut menganiaya korban.

Pelaku menebaskan parang ke arah korban yang saat itu telah tersungkur di tanah sebanyak tiga kali. Akibat serangannya, pergelangan tangan korban putus dan luka bacokan di bagian kepala.

Melihat kejadian berdarah itu keluarga korban menangis histeris dan adik korban sempat ingin mengejar pelaku namun berhasil ditahan warga.

Usai menganiaya korbannya, Erik kemudian pergi meninggalkan lokasi kejadian dan menyerahkan diri ke rumah Kepala Desa Tanjung Telang. Sedangkan ayahnya kabur melarikan diri.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP abdul Rahman SH mengatakan, peristiwa itu terjadi tepat di depan rumah pelaku Jumat, warga Desa Tanjung Telang Kecamatan Kota Prabumulih.

"Kejadianya sekitar pukul 7.20 pagi tadi. Pelaku Erik membacok Kepala korban sebanyak tiga kali dan membacok tangan korban hingga putus. Korban pun meninggal di tempat kejadian," jelas Rahman, Minggu (6/12/2020).

Abdul Rahman menambahkan, Saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan kasus tersebut.

"Satu pelaku sudah kita amankan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas," pungkasnya. (ARD)

Posting Komentar

0 Komentar