publikzone


Terungkap, Inilah Pembunuh LC Yang Membusuk Di Kontrakan Pelangi Prabumulih

PRABUMULIH, PUBLIKZONE
--- Sheila Citra Yetti Yeni (28), seorang pemandu lagu atau ladies cord (LC) yang bekerja di salah satu karoke hiburan di kota Prabumulih, menjadi korban pembunuhan tragis pada Jumat (28/02/2020) lalu. 

Korban yang merupakan warga Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Lubai, Kabupaten Muara Enim, tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh setengah telanjang. Bahkan, saat ditemukan jasad sudah hitam dan mulai membusuk di dalam Kost Pelangi. 


Kasus yang menghebohkan warga Jalan Taman Murni, Gang Murai Batu 3, RT 01 RW 03, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur itu, ternyata dipicu oleh retaknya hubungan cinta terlarang.

Sang pacar, Deni Saputra Alias Acep Alias Acip (28) warga Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, adalah pelaku dibalik peristiwa pembunuhan tersebut.

Ia diringkus Tim Opsnal Satreskrim Polres Prabumulih saat berada di persembunyianya di Perum Tirta Mulya, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/10/2020), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIK MH didampingi Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH MH mengatakan, penangkapan pelaku membutuhkan waktu karena sering berpindah tempat persembunyian. 

"Tersangka sendiri berhasil kabur 8 bulan pasca kejadian pembunuhan. Tersangka berhasil kita amankan di kontrakannya di Karawang pada Minggu. Penangkapan tersangka memang membutuhkan waktu lama karena sering berpindah pindah tempat persembunyian," Kata Kapolres, Rabu (28/10/2020).

Dijelaskan Kapolres, motif penganiayaan berujung pembunuhan tersebut dipicu oleh cemburu. Antara korban dan pelaku ada hubungan khusus, namun hubungan mereka retak karena ada orang ketiga.

"Karena cemburu, pelaku  melakukan penganiayaan yang berujung kematian.
Akibat perbuatan itu, pelaku terancam pasal 338, 340, dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara," tegas Kapolres.

Sementara itu, pelaku Deni Saputra mengaku kesal telah dipermainkan oleh korban. Menurutnya, biaya hidup dan rumah indekost korban sudah ia tanggung. Bahkan anak korban juga ada yang Ia sekolahkan di Pesantren.

"Kami ni belum sah nikah, tapi kami la ada komitmen untuk kesana. Aku sudah ngasih nafkah lahir batin, intinya aku mau benar benar, namun ditengah jalan Sheila ini selingkuh," katanya.

Perselingkuhan Sheila, aku Deni, Ia  ketahui dari orang ketiga berinisial B yang menghubunginya lewat pesan WhatsApp. Dari pesan tersebut, ada Foto Sheila dan B sedang berpelukan tanpa busana diatas ranjang.

"Aku di Kos itu sudah nginap 2 malam, Malam kedua ada pesan WA ke HP aku yang isinya foto syur Shelia diatas ranjang dengan lelaki lain. Gara gara itu kami cekcok mulut," ujarnya.

Dirinya pun sempat mencecar Shelia untuk mengaku, hingga akhirnya ia meperlihatkan Video dan Foto Syur korban dan selingkuhannya. Karena ketahuan, Sheila mengambil HP pelaku dan membantingya.

"Karena kesal aku tampar dia 4 kali, lalu aku cekik dan membenturkan kepalanya kedinding. Setelahnya aku pack barang barang dan pergi. Aku juga nyesal pak setelah mendengar bahwa korban telah meninggal dunia," sesalnya. (Ard/Frd)

Posting Komentar

0 Komentar