Ad unit


Kurang Perhatian, Akses Jalan Sugih Waras Muaraenim Banyak Berlubang

MUARAENIM, PUBLIKZONE --- Akses Jalan Sugih Waras Kabupaten Muara Enim menuju ke kelurahan Tanjung Rambang kota Prabumulih banyak mengalami kerusakan. Meski badan jalan banyak yang berlubang, namun hingga kini belum juga diperbaiki.

Terlebih saat hujan turun, lubang tersebut dipenuhi air dan material lumpur licin. Kondisi ini dinilai dapat membahayakan pengendara yang melintas apabila terjebak ke dalam lubang tersebut.

Tegar, salah satu pengendara yang melintas mengaku harus ekstra hati hati jika melewati wilayah tersebut. Menurutnya, jika hujan turun tak jarang banyak pengendara yang terjebak lubang.

"Kami sebagai warga yang sering melintasi jalan ini, berharap pemerintah segera memperbaiki jalan jalan berlubang karena membahayakan para pengendara yang melintas," katanya kepada publikzone.com, Jumat (5/6/2020).

Menurur Tegar, rusaknya jalan tersebut ia rasakan sejak tahun 2013 lalu. Bahkan kata tegar, proses pembangunan jalan terputus putus tiap tahunya.

"Dibangunya sekitar tahun 2013 tapi jalannya putus putus. Artinya tahun ini dibangun sebagian dan dilanjutkan tahun berikutnya. Kami tahu proses itu karena kami selalu lewat jalan ini, ya putus putus bangunanya pak," ungkapnya.

Sementara itu, Tatik (39) warga desa Kecamatan Rambang mengatakan bahwa Jalan sugih waras merupakan akses yang dianggap paling dekat menuju ke Kota Prabumulih sehingga terbilang ramai.

"Sebenarnya kami warga rambang cuma bisa menerima. Tapi kami harap jalan ini diperbaiki oleh pemerintah terutama kabupaten Muaraenim karena ini masuk wilayahnya. Apabila jalan ini  hancur otomatis segala aktivitas kami jadi terhambat karena jalan ini merupakan satu satunya akses membawa dagangan ke Prabumulih dan sebaliknya," akunya.

Terpisah, Kepala Desa Pagar Agung, Harlenson menuturkan bahwa pihaknya telah mengajukan pembangunan dan perbaikan jalan ke pemerintah Kabupaten Muaraenim. Rencanaya, jalan penghubung tersebut akan dibangun dengan anggaran APBD tahun 2020.

"Sebenarnya jalan tersebut akan dibangun tahun 2020 ini dengan sistem tambal sulam (spot-spot). Yang bangun pihak Kabupaten Muarenim dengan target 2 kilometer pertahunnya," ungkap Herlison.

Ia menambahkan anggaran pembangunan dikabarkan akan dipangkas dan dialihkan untuk penaggulangan wabah Covid 19. Mengenai hal itu, Dirinya bersama Kades yang lain masih menunggu kabar dari Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim.

"Kita akan kordinasi dengan dinas PUPR untuk mengetahui apakah jalan ini akan tetap dibangun tahun ini atau dialihkan. Namun jika dialihkan ke penangulanggan covid, maka kita wilayah rambang terpaksa akan melakukan pengajuan lagi di tahun anggaran berikutnya," pungkasnya. (PZ)

Laporan : Yanto

Posting Komentar

0 Komentar