Ad unit


Diduga Ingkar Janji, Masyarakat Muaraenim Ancam Demo PT SGPLI

"Foto.net"

MUARAENIM, PUBLIKZONE --- Gelombang protes kembali ditunjukkan pada PT. Shenhua Guohua Lion Power Indonesia (SGPLI) yang berlokasi di Kabupaten Muaraenim. Masyarakat menilai, perusahaan pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara tersebut telah ingkar janji terkait prioritas putra daerah dalam rekrutmen tenaga kerja.

Arpendi, salah satu perwakilan Badan Pengawas Desa (BPD) mengatakan, ratusan masyarakat dari Desa Tanjung Menang dan Desa Air Cik Dam, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim berencana akan menggelar unjuk rasa didepan kantor PLTU Sumsel 1.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan aksi damai ke kantor PLTU Sumsel 1. Tujuannya untuk mempertanyakan kesepakatan tentang prioritas pekerjaan bagi lima desa yang masuk dalam ring 1 perusahaan," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (22/12).

Menurut Arpendi, pihak perusahaan pernah menjanjikan akan memprioritaskan masyarakat ring 1 dalam rekrutmen tenaga kerja. Namun hingga saat ini keterlibatan warga lokal  masih sangat minim.

“Kami selalu diberikan janji oleh pihak perusahaan. Buktinya hanya sedikit saja masyarakat kami dipekerjakan, hal ini tentunya tidak sesuai dengan perjanjian sebelumnya,” katanya. 

Sementara itu, Ahmadi salah satu anggota BPD desa Air Cik Dam menuturkan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan aksi damai ke Polres Muara Enim. Dirinya mengaku, kurang lebih 500 orang masa dari dua desa akan turut meramaikan aksi demo nantinya.

Ahmadi menambahkan, pihaknya telah menkonsep 11 tuntutan untuk disampaikan dalam orasi nanti. Meski tidak merinci 11 tuntutan tersebut namun Ahmadi mengatatakan akan fokus pada 3 tuntutan uatama yakni meminta perusahaan untuk memberikan jaminan kuota perekrutan pekerja lokal, meminta perusahaan untuk memberikan penerangan jalan, dan program CSR yang harus direalisasikan kedesa-desa.

"Kita sudah melayangkan surat pemberitahuan ke Polres Muara Enim, insyallah dipenghujung bulan ini kita akan gelar aksi damai di kantor PLTU dengan 11 tuntutan," jelalsnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SIK dikonfirmasi melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah, mengaku belum mengetahui informasi tersebut dan saat ini masih menunggu surat pemberitahuan dari warga.

“Kita belum ada surat tembusan, jika nanti surat pemberirahuan aksi damai tersebut telah kita terima, maka kita akan lakukan pengawalan untuk membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tanpa harus anarkis,” tegasnya. (Abi)

Posting Komentar

0 Komentar