publikzone


 

Asah Kemampuan Penulisan, Wartawan Prabumulih Ikuti Penyuluhan Bahasa

PRABUMULIH, PUBLIKZONE --- Jurnalis dari berbagai media platform yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih, mengikuti penyuluhan bahasa Indonesia di gedung kesenian rumah dinas walikota Prabumulih.

Penyuluhan bahasa yang dilaksanakan mulai tanggal 11 hingga 14 September 2019 tersebut, diisi oleh pemateri dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Linny Oktovianny, M.Pd.

Dalam empat hari penyuluhan, jurnalis Prabumulih disajikan beberapa materi seperti ragam tulis, kaidah ejaan disempurnakan, pembentukan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, serta penyusunan paragraf.

Linny Oktovianny menyampaikan, membuat karya jurnalistik yang berkualitas harus menerapkan prinsip - prinsip dasar yang komunikatif. Dalam artian, berita yang ditulis harus mampu berbicara kepada pembaca yang tidak menyaksikan langsung suatu kejadian.

Selain itu, tulisan harus berpedoman pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebab, kesalahan kecil dalam penulisan dapat mengakibatkan penafsiran makna yang berbeda (ambigu).

"Menulis berita menjadi sarapan sehari-hari para jurnalis, disini saya hanya mengingatkan kembali tentang penulisan sesuai kaidah bahasa Indonesia, baik dari sisi ejaan dan kalimat, maupun tata bahasa. Karena salah tulis, maka akan salah makna." katanya.

Sementara itu, Mulwadi selaku ketua PWI Prabumulih mengatakan, berita yang ditulis wartawan berpedoman pada unsur 5W+1H dan pola piramida terbalik. Namun sebagian jurnalis terkadang melupakan penulisan baku bahasa Indonesia, baik secara gramatical maupun lisan.

Faktor inilah yang sering ditemukan dalam persoalan menulis. Tentunya ada kekeliruan, maka harus ada yang peduli. Itulah sebabnya PWI Prabumulih sengaja menghadirkan pakar bahasa Indonesia, Ibu Linny Oktaviany dari Balai Bahasa Sumatera Selatan.

Dikesempatan itu Mulwadi berharap, kerjasama PWI Prabumulih dengan Balai Bahasa Sumatera Selatan dapat terus berkelanjutan. Karena pelatihan seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman bahasa bagi jurnalis. 

"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengasah kemampuan penulisan sekaligus mendalami kaidah dalam berbahasa. Dengan ilmu ini, kami bisa lebih cemat lagi sebelum mempublikasikan berita. Kami berharap pelatihan seperti ini dapat diadakan di Prabumulih setiap tahunnya." harapnya. (Ard)

Posting Komentar

0 Komentar