Sempat Dirampas Massa Papua, Delapan Senapan Serbu SS1 Akhirnya Dikembalikan

Foto.net
PUBLIKZONE.COM --- Aksi unjuk rasa ribuan massa yang menuntut referendum Papua merdeka terjadi di Wagethe, Ibukota Deiyai, tepatnya di halaman Kantor Bupati Deiyai Papua, Rabu (28/8/2019).

Bentrok massa dengan aparat keamanan mengakibatkan 1 anggota TNI AD meninggal Dunia. Bahkan 10 Senapan Serbu SS1 V2 lenyap dirampas massa demonstran.

Diketahui, anggota TNI yang gugur adalah Sertu Anumerta Rikson Edi Candra dari kesatuan Batalyon Kavaleri (Yonkav­) V Serbu Dwipangga Ceta Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sementara dari 10 senjata yang dirampas, delapan diantaranya telah diserahkan oleh para demonstran. Terdata nomor seri senjata yang dikembalikan yakni 082471, 082141, 079009, 082248, 082265, 082403, 079066 dan 082896.

Penyerahan senjata tersebut, dilaporkan langsung Bupati Deyai Ateng Eduai kepada Danrem 173 Brigjen TNI Burhan, saat menggelar pertemuan di ruang rapat kediaman bupati Deiyai, Jumat (30/8/2019).

Dijelaskan Bupati, waktu itu ada sekelompok orang datang dari belakang gedung dan membacakan beberapa item referendum papua merdeka, dan beberapa point terkait rasisme terhadap mahasiswa Papua yang terjadi di Surabaya dan Malang.

"Mereka meminta saya menandatangani referendum kemerdekaan Papua, namun tidak saya lakukan. Di waktu yang sama, mereka melalukan pengibaran bendera bintang kejora (simbol negara baru)," katanya.

Lanjutnya, aparat keamanan sempat berhasil melakukan negosiasi. Namun, massa tiba-tiba datang bertambah banyak dengan membawa senjata tajam dan panah. Inilah awal bentrok massa dengan aparat keamanan.

"Kami sangat berterima kasih kepada aparat TNI dan Polri yang telah bekerja keras mengamankan aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu yang lalu," ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Bupati berjanji akan terus berupaya agar seluruh senjata SS1 V2 yang diramapas para demonstrans dapat dikembalikan. 

"Sampai dengan hari Jumat ini telah terkumpul senjata sejumlah 8 pucuk dari 10 pucuk yang telah direbut massa, untuk sisa senjata yang belum kembali, kami usahakan hingga sore ini," katanya. 

Dalam pertemuan itu, Danrem 173 Biak Brigjen TNI Burhan, memberikan apreisiasi terhadap Bupati Deiyai beserta jajarannya yang telah berupaya guna kembalinya senjata yang telah direbut massa.

Menurutnya, Tampilan aparat TNI dan Polri telah menunjukkan itikad yang baik dalam memberikan pelayanan dan perlindungan dalam masyarakat dalam kerusahan tersebut.

"Penyampaian aspirasi dalam bentuk demonstrasi diperbolehkan, asalkan mengikuti aturan yang berlaku. Disini, kita telah berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat," tegasnya. (Sumber Koramil 0404/02

Posting Komentar

0 Komentar