publikzone


Diduga Tak Netral, Ketua RT 03 Muara Dua Angkat Suara

Ilustrasi. NET
PRABUMULIH, PUBLIKZONE --- Jauhari, Ketua RT 03 Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur,  sangat menyayangkan sikap oknum ketua RT yang menduga dirinya terlibat politik praktis.

Bahkan Jauhari Juga menilai, Dugaan yang diarahkan kepadanya terkait tidak bisa bekerjasama dengan RT/RW lainnya dalam melaksanakan berbagai kegiatan dilingkungan Kelurahan Muara Dua, kurang tepat.

Menurut Jauhari, selama ini dirinya telah berusaha melakukan kinerja dengan baik selama menjabat sebagai Ketua RT 03  RW 01 Kelurahan Muara Dua. Terlebih lagi, Ia juga aktif didalam kegiatan yang diadakan di wilayahnya tersebut.

"Sekitar empat bulan yang lalu saya diperintahkan Pak lurah untuk mengawal pembersihan dijalan Karang Jaya Muara Dua dengan mesin rumput. Saya datang kesana dan juga saya bawakan 1 dus air mineral, rokok serta makanan," Tulis Jauhari melalui pesan Whatsapp nya, Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 13:32 WIB.

Dikatakannya, Sekitar 2 bulan yang lalu dirinya juga turut serta dalam mengawal program gotong royong pembersihan rumput dipinggir jalan. Dalam kegiatan ini, Ia mengaku bekerjasama dengan Ketua RT 02 RW 01 dalam hal pembelian pestisida pembasmi rumput Liar.

"Sekitar 2 bulan yang lalu, Pak lurah merintahkan saya untuk membersihkan rumput dipinggir jalan menggunakan mesin rumput. Sebelumnya saya juga kerjasama dengan ketua RT 02 RW 01 Secara patungan mengeluarkan dana RP 100.000 ribu perorang, untuk biaya pembelian pestisida pembasmi rumput," Jelasnya.

Baru baru ini, Lanjut Jauhari, Lurah Muara Dua mengundang para perangkat RT dan Ibu RT untuk menghadiri kegiatan penilaian lomba Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) ditingkat nasional.

"Dalam kegiatan Iva tes ini pun saya hadir, dan pada kegiatan terakhir sebelum puasa, kami menghadiri latihan seni tari ibu RT di rumah ketua RW 01. Selanjutnya beberapa hari kemudian kami hadir lagi kekantor Lurah guna penilaian iva tes nasional," ungkapnya.

Ketua RT 03 ini menambahkan, dugaan yang ditujukan kepadanya bahwa Ia tidak bisa bekerjasama dengan RT/RW lainnya, serta dugaan keterlibatannya sebagai Koordinator pendukung Kotak Kosong (KOKO), itu tidaklah tepat.

"Saya bukan koordinator KOKO dan juga tidak ikut kegiatan partai atau anggota partai manapun. Saat ini saya juga menyatakan bahwa perangkat dibawah saya tidak pernah merasa terlibat, apa lagi jadi anggota tim KOKO," Tandasnya. (Red/Tim)

Posting Komentar

0 Komentar