publikzone


Kak Seto Kecam Keras Pelaku Pemerkosa Anak Kandung Di PALI

Foto.Net
PUBLIKZONE --- Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengecam keras perbuatan keji yang dilakukan Ayah terhadap anak dibawah umur di Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Kak Seto, pelaku sudah melanggar Undang Undang Perlindungan Anak dengan memperkosa anak kandung sendiri. Maka sanksi pidana harus ditambah sepertiganya lagi, jika kekerasan seksual ini bisa  dihukum 15 tahun penjara, maka dapat ditambah lima tahun lagi.

"Jika pelaku di ancam 15 tahun penjara atas kasus kekerasan seksual tersebut, maka ditambah sepertiga hukuman menjadi 20 tahun penjara," kata Seto saat dihubungi via ponsel, Senin (25/3/2019).

Kak Seto merinci, Di tahun 2019 saja, tercatat lebih dari 1000 kasus kekerasan seksual terjadi di indonesia. Untuk itu ia berharap peran aktif semua orang untuk sama sama mengawasi anak anak agar tidak menjadi korban kekerasan seksual.

"Saya meminta masyarakat di Indonesia khususnya orang tua tanggap terhadap tindak kekerasan yang menimpa anak-anak di lingkungannya, baik itu perlakuan kasar hingga kekerasan seksual terhadap anak. Untuk itu masyarakat harus berani melaporkan kepada pihak yang berwenang karena anak anak dilindungi oleh undang-undang," Ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasus asusila ini berhasil terungkap berkat Aksi cepat tanggap Kepolisian Resor Muara Enim melalui jajaran Polsek Tanah Abang. 

Perbuatan keji itu ternyata dilakukan Suswanto (41 tahun) sebanyak dua kali terhadap anak kandungnya berinisial R yang masih berusia 15 tahun. Tersangka sendiri ditangkap ketika mengantri untuk Pijat Urut di desa Lunas Jaya, Sabtu (23/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni menjelaskan, Korban dipaksa melayani nafsu bejad ayah kandungnya sebanyak 2 kali.

"Dari keterangan yang kita peroleh. Korban telah dua kali diruda paksa. Pertama di dalam kamar tidur saat korban masih kelas 1 SMP dan kali kedua di dalam kamar mandi saat korban kelas 2 SMP," Ujar AKP Sofyan Ardeni.

Menurut Kapolsek, Pelaku telah ditahanan guna menjalani psoses penyidikan lebih lanjut. Sementara korban masih mengalami Trauma dan hingga kini masih bersama ibu kandungnya. (ST)


Posting Komentar

0 Komentar