Sosialisi BP Migas Di Prabumulih Dinilai Kurang Maksimal

PRABUMULIH, PUBLIKZONE --- Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur Dalam Rangka Percepatan Penerapan BBM 1 Harga Secara Nasional yang diselenggarakan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas di Ballroom Hotel Grand Nikita Prabumulih dinilai Kurang maksimal.

Mestinya, Sosialisasi tersebut  harus lebih terbuka dan Fleksibel, Sehingga informasi yang disampaikan dapat diketahui oleh masyarakat luas Kota Prabumulih. Realitanya,  Sosialisasi itu terkesan tertutup lantaran panitia penyelenggara dari BPH Migas menghalangi beberapa awak media untuk melakukan peliputan.

Hal ini diketahui, Saat beberapa pewarta hendak memasuki ruang aula kegiatan sosialisasi, Namun pihak panitia mengatakan jika peliputan hanya bisa dilakukan oleh media yang telah diundang. "Kami hanya mengundang lima media saja mas. Jadi yang lain gak bisa masuk," ujar salah seorang panitia kepada awak media.

Sementara itu, staf kepala BPH Migas M Indra mengaku tidak mengetahui adanya tindakan tersebut oleh pihak panitia penerima tamu. Bahkan menurutnya, kegiatan tersebut tidak tertutup untuk media manapun.

"Kami minta maaf kalau ada tindakan yang tidak etis dari panitia. Memang sebelumnya tidak ada koordinasi kepada kita terkait masalah ini. Mungkin hanya salah Faham saja," bebernya seraya enggan berkomentar banyak.

Menaggapi Alasan tersebut, Heri Salah satu wartawan mengaku sangat menyayangkan sikap dan keputusan yang diambil Pihak panitia BPH Migas. "Kami ini mau meliput berita sekaligus menyaksikan rangkaian acara, dan bukan mau mencari keributan. Tapi kenapa pihak panitia terkesan alergi dengan media," ungkap Heri. 

Informasi yang berhasil dihimpun dari luar ruangan, Kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan amanah UU 22 tahun 2001 tentang Migas di ayat 2, yang menyebutkan pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat orang banyak di seluruh NKRI.

Diketahui, kegiatan dibuka langsung oleh Kepala BPH Migas Dr Ir M Fanshurullah Asa MT dan dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi VII Yulian Gunhar SG, Bupati Kabupaten Ogan Ilir Ilyas Panji, serta perwakilan sejumlah kepala daerah se sumsel. (PZ_01)

Posting Komentar

0 Komentar