Hasil Pengembangan, DPO Pelaku Jambret Diringkus Gabungan Timsus Gurita

PRABUMULIH, PUBLIKZONE --- Pelarian DPO Eri Apriansyah (20) warga Dusun II Desa Muara Lematang Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim, harus terhenti setelah diringkus gabungan Timsus gurita Polres Prabumulih, Kamis (11/10) sekitar pukul 12.30 WIB.

Tertangkapnya pelaku Eri Apriansyah merupakan hasil pengembangan terhadap rekan sedaerahnya Sugandi alias Ujang (21) yang saat ini sedang menjalani hukuman di Rutan kelas II B kota Prabumulih. Kini pelaku Eri masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan pihak penyidik Polsek Prabumulih Timur.

Menurut catatan kepolisian, keduanya terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (Jambret) terhadap korban Ramanita (18) warga Jalan Tebat, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih barat. Aksi penjambretan itu terjadi di Areal perumahan jalan Graseta, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur pada sabtu 02 Juni Lalu.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH Melalui Kasat reskrim AKP Eryadi Yuswanto didampingi Kapolsek Timur AKP Hernando SH menjelaskan, penangakan terhadap pelaku Eri Apriansyah cukup memakan waktu mengingat ia kerap bersembunyi dan  berpindah-pindah.

"Begitu kita mendapatkan informasi keberadaan pelaku, anggota langsung melakukan penyelidikan. Tanpa ada perlawanan tersangka berhasil kita amankan," Ungkap Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto.

Dikatakan Kasat, Barang bukti kejahatan satu unit handpone jenis OPPO neo 5 warna biru serta sebilah senjata tajam telah diamankan pada saat penangkapan tersangka pertama Sugandi alias Ujang. 

"Para pelaku berjumlah tiga orang, Pelaku pertama yang tertangkap ialah Sugandi alias Ujang.  Hari ini kita berhasil menangkap pelaku Eri Apriansyah. Sementara satu pelaku lain yang  masih DPO sudah kita ketahui identitasnya, mudah mudahan dalam waktu dekat dapat tertangkap," Jelasnya.

Atas perbuatanya itu, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. "Mengambil sebagian atau seluruhnya kepunyaan orang lain yang didahului dengan kekerasan. Maka pelaku akan diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara," tandasnya. (Ard/Bio)

Posting Komentar

0 Komentar