Sungai Kelekar Tercemar, Ikan Sapu Jagad Mati

Prabumulih, publikzone.com - Pemandangan tak biasa mewarnai aliran Sungai Kelekar. Pasalnya, sungai yang menjadi kebanggaan warga Kota Prabumulih ini mengeluarkan aroma tidak sedap. Hal tersebut disebabkan oleh matinya ikan sapu-sapu, atau yang biasa disebut warga lokal ikan sapu jagad.

Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak dua hari terakhir. Bahkan jumlah ikan sapu-sapu yang mati makin banyak. Anehnya ikan mati yang ditemukan oleh warga hanya jenis ikan sapu-sapu.

Belum diketahui secara pasti penyebab matinya ikan yang dengan nama latinnya plecotomus itu. Namun banyak warga menduga matinya ikan tersebut akibat pengaruh cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan. Mengingat ikan tersebut mati setelah hujan deras pasca musim kemarau belum lama ini.

"Kemaren tu dak pulo banyak yang mati, nah sekarang malah makin banyak. Apolagi setelah hujan deras semalam," ujar Emi warga Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur yang bermukim di bantaran Sungai Kelekar.

Bahkan tidak sedikip pula diantaranya warga beranggapan penyebab matinya ikan tersebut lantaran air sungai tercemar limbah. Namun belum jelas limbah apa yang mencemari air Sungai Kelekar.

"Mungkin air hujan yang mengalir ke sungai tercemar limbah. Sehingga ikan di sungai mati akibat sungai tercemar," ucap Rahman warga setempat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Fajar. Pria yang juga merupakan aktifis pencinta lingkungan yang mengaku heran dengan kejadian tersebut. Menurutnya, ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

"Biasanya ikan jenis ini bisa hidup dimana saja. Meskipun airnya kotor. Nah, kali ini kita heran kenapa ikan jenis ini bisa dengan begitu mudahnya mati. Padahal keberadaan ikan ini juga bermanfaat untuk ekosistem sungai," jelasnya.

Dikatakan Fajar, dirinya menduga ikan tersebut mati karena air tercemar limbah yang sangat beracun. Ia berharap, pemerintah dapat menurunkan tim guna mencari tahu apa penyebab kematian ribuan ikan sapu jagad itu.

"Ikan jenis ini jarang dikonsumsi. Sehingga ikan dibiarkan saja mengapung disungai. Kita berharap agar isntansi terkait dapat mengumpulkan ikan ikan yang mati itu. Sebab jika dibiarkan mengapung di sungai dapat menimbulkan polusi. Pasti bau dan jelas itu dapat mengganggu lingkungan," pungkasnya. (HERI)

Posting Komentar

0 Komentar