publikzone


PTBA Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Tahap I

MUARAENIM, PZ -- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah selesai merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tahap I. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan atas pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Suryo Eko Hadianto menyerahkan bukti hasil penyelesaian penanaman  kepada Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), Ida Bagus Putera Parthama. Acara serah terima dan ekspose keberhasilan rehabilitasi digelar di kantor KLHK gedung Manggala Wanabhakti Jakarta, Jumat (31/8) lalu. 

DAS yang telah selesai direhabilitasi PTBA memiliki total luas secara keseluruhan sebesar 453 hektar yang mencakup Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah Desa Pengentaan, Mulak Ulu, Kab. Lahat seluas 100 hektar, Bukit Jambul Asahan Desa Kota Padang, Kab, Muara Enim dan Desa Gunung Agung, Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim seluas 260 hektar, serta fasilitas umum seluas 93 hektar. 

Berdasarkan berita acara hasil penilaian keberhasilan penanaman oleh tim terpadu yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 9 Agustus 2018, penanaman rehabilitasi DAS PTBA tahap I seluas 453 hektar dinyatakan BERHASIL dengan standar keberhasilan mengacu pada (P.87/2016) dengan minimal 700 Batang/Ha pada Hutan Lindung dan 400 Batang/Ha pada Fasilitas Umum.

Rehabilitasi tersebut dilakukan sesuai dengan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. P.63/Menhut-II/2011. terkait pemegang IPPKH untuk penggunaan komersial dan ekonomi dikenakan ketentuan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS dengan rasio 1:1, ditambah dengan luas rencana areal terganggu dalam kategori L3. 

Diketahui, hutan lindung seluas 360 hektar ini dilakukan penanaman pohon oleh kelompok tani yang berada di lokasi Penanaman Rehabilitasi DAS. Sedangkan rehabilitasi DAS pada Fasilitas Umum seluas 93 hektar merupakan lahan TNI AD Rindam II Sriwijaya melalui sistem kerja sama. 

Luas tahap I sebesar 453 hektar ini sesuai dengan Rancangan Teknis (RANTEK) selama tiga tahun yang dimulai dari penanaman, perawatan tanaman meliputi penyulaman, pemupukan dan pengendalian gulma, serta monitoring keberhasilan penanaman hingga dinyatakan berhasil dengan baik.

Penyerahan bukti ini merupakan bentuk nyata komitmen PTBA sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Dengan diserahkannya bukti tersebut,  PTBA menjadi perusahaan pertama di Sumatera Selatan yang telah menyerahkan penyelesaian rehabilitasi DAS. (DN)

Posting Komentar

0 Komentar