Diduga Terhisap Gas Beracun, Dua Orang Security Pertamina Meninggal

Net
Muara Enim -- Penyebab  meninggalnya dua orang sekurity PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Desa Penindaian, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muaraenim pada Sabtu (01/09/2018) lalu, akhirnya terungkap. Keduanya diduga kuat meninggal karena keracunan gas karbon monoksida yang berasal dari mesin genset.

"Dua sekurity PT PGE yakni Agung Gepen Herba dan Norwijayadi alias Inoy diduga meninggal karena tak sengaja menghirup gas karbon monoksida dari genset,"kata Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta, Rabu (5/9).

Irwan mengungkapkan, dugaan tersebut diperkuat hasil uji sampel udara yang dilakukan tim dari Kementerian ESDM. Dari penelitian saat mesin dihidupkan, Gas karbon monoksida mulai menyebar. Meski gas tersebut tidak berbau, namun gas itu menimbulkan efek mengantuk dan mematikan.

"Kemarin sudah turun tim dari Kementerian ESDM, untuk melakukan uji sample udara. Dan ternyata memang benar, ketika genset menyala di ruangan tempat mereka bermalam itu, campnya kecil itu, memang ketika (gensetnya) nyala setengah jam aja, gas karbon monoksidanya sudah cukup membahayakan, mematikan," papar Irwan.

Dugaan kemarin dikarenakan (gas karbon monoksida). Karena (pada tubuh korban) tidak ada bekas-bekas lain, tidak ada. Namun saat ini kasus tersebut  masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui apakah ada penyebab yang lain.

Terkait adanya informasi yang mengatakan jumlah korban meninggal dunia karena keracunan gas bertambah satu orang lagi, Polres Muaraenim tidak membenarkan hal tersebut. Menurut Irwan, karyawan PT PGE atas nama Arumin yang meninggal pada Selasa malam lalu (04/09), dikarenakan oleh sakit.

"Yang meninggal tadi malam, itu karena sakit, tapi dihubung-hubungkan dengan kejadian ini. Meski yang meninggal ini juga karyawan di sana cuma ini kasus nya berbeda. Dia tidak di lokasi yang sama, dia di kantor jaraknya 5 KM dari lokasi dua korban yang meninggal beberapa hari yang lalu,” imbuh Irwan.

Hingga Saat ini pihak polres Muara enim masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Diketahui, Dalam kasus ini pihak kepolisian bekerja sama dengan tim dari Kementerian ESDM yang sudah turun dari hari kemarin.  (DN)

Posting Komentar

0 Komentar