publikzone


M Haekal Al-Haffafah: Multi Partai itu memungkinkan Pembelahan Kekuasan

PUBLIKZONE -- Direktur Pusat Studi Politik dan Pembangunan TERAS INDONESIA M. Haekal Al-HAffafah berpandangan bahwa memang PT itu diperlukan, sebab jika tidak pemerintahan yang terbangun akan sangat lemah.

Dalam sistem presidential contoh yang paling baik itu adalah amerika, dalam presidential ada pembagian kekuasaan (eksekutif dan legislatif) sementara dalam sistem parlementer pemerintahan itu berjalan bersama parlemen sehingga pemerintahan bisa sangat kuat sebab pemerintahan yang terbangun adalah produk dari kekuatan mayoritas di parlemen. 

"Hal ini berbeda dengan Presidential apalagi dengan sistem multi partai yang cenderung akan menghasilkan pemerintahan yang terbelah (Devided Government) kenapa demikan karena dalam multi partai akan banyak faksi yang muncul, ini yang akan menyebabkan kebijakan-kebijakan eksekutif akan tersandera di parlemen. Sehingga PT itu menjadi alasan penting untuk membangun pemerintahan yang kuat” Ujar Haekal disela-sela Dialog Publik di Palembang, Jumat (3/8/2018).

Haekal mengatakan kita pernah menganut sistem parlemeter dengan Undang-Undang Dasar sementara tahun 1950 hanya kemudian gagal, kemudian kita juga pernah menganut sistem presidential zaman Orba hanya corak eksekutif yang lahir adalah Otoritarian. 

Kita berharap Pemilu 2019 adalah ruang dimana setiap parpol akan terseleksi dengan baik dan proses kaderisasi di internal partai akan menjadi ujung tombak dalam melakukan distribusi kepemimpinan. (RED)

Posting Komentar

0 Komentar