Isu Miring Beredar, Ketua PWI Muaraenim Angkat Suara

Muara Enim --  Ketua PWI Kabupaten Muaraenim Andi Candra, membantah isu miring tentang pemberitaan di salah satu media yang menuliskan organsasi wartawan memanfaatkan dana hibah untuk pelesiran pada Pelaksanaan Study Banding beberapa waktu lalu.

Menurut Andi, apa yang dilakukan adalah salah satu program kerja PWI Muaraenim yakni melaksanakan program study banding ke PWI Provinsi DI Yogyakarta.

"Kegiatan itu jelas dan nyata. Kita kesana berkunjung langsung ke kantor PWI DI Yogyakarta dan diterima langsung Ketua PWI DIY, Bapak Suhono dan jajaran kepengurusan disana. Tidak benar jika kami kesana hanya untuk pelesiran,"tegas Andi di dampingi Panitia Pelaksanaan Study Banding, di Sekretariat PWI Kabupaten Muaraenim, Senin (16/07).

Andi mengungkapkan, banyak hal yang pihaknya dapat dari studi banding tersebut, diantaranya dapat mengetahui bagaimana PWI DIY bisa mendapatkan kantor sekretariat dari bantuan Pemerintah Provinsi DIY. Disana juga, lanjut Andi, pihaknya belajar cara mendirikan dan mengelola Koperasi Simpan Pinjam yang bertujuan untuk mensejahterakan anggota PWI.

"Selain itu juga anggota PWI Muaraenim mendapat edukasi dari Ketua PWI DIY bagaimana cara membuat berita yang baik dan benar bukan berita bohong atau hoax," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga, tambah Andi,  PWI Muara Enim mendapatkan Piagam Deklarasi Yogyakarta  hasil konferensi  23 PWI Provinsi  se-Indonesia yang ditanda tangani oleh Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubowono X.

Andi melanjutkan, PWI Muaraenim juga berkesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata yang di Yogyakarta seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan kawasan wisata di daerah Kabupaten Gunung  kidul. Kunjungan wisata ini, kata Andi, untuk mengajarkan kepada wartawan anggota PWI Muaraenim, bagaimana memperkenalkan objek wisata melalui karya tulis.

"Kita juga dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Muaraenim mengenai tata kelola area wisata untuk diterapkan di Muaraenim,” paparnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, kegiatan studi banding itu diikuti oleh 30 anggota PWI Muaraenim dan didampingi oleh satu orang dari Bagian Humas Protokol Muaraenim. Dirinya juga membenarkan jika studi banding itu menggunakan dana hibah sesuai RKA yang diterima.

"Hal tersebut sudah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Muaraenim pada tahun 2017 lalu untuk kegiatan 2018 ini. Terkait adanya pendamping dari Bagian Humas dan Protokol satu orang, anggaran pendamping menggunakan anggaran tersendiri dari Bagian Humas dan Protokol," pungkasnya. (DN)

Posting Komentar

0 Komentar