publikzone


Pasien Prostat Gagal Di Operasi, Ini penjelasan Pihak RSUD Kota Prabumulih

PRABUMULIH, PUBLIKZONE -- Untuk penanganan pasien penderita penyakit kelenjar Prostat jinak, terkadang dibutuhkan tindakan operasi. Namun, mengingat banyak terjadi kasus komplikasi pasca operasi konvensional, Pihak RSUD kota Prabumulih menghentikan proses operasi prostat dengan cara tersebut.

"Selama tiga tahun terakhir, kita banyak menemukan beragam kasus pasca operasi konvensional (terbuka). Teorinya, dalam operasi tersebut perut pasien dibedah lebih dari 10 Centi. Resikonya untuk komplikasi itu lebih besar serta dapat mengakibatkan pasien kehilangan nyawa," Ujar RSUD, dr. Yus Uchrowiyah, SpTHT, Jumat (8/6)

Hai ini lah yang membuat pihaknya menghentikan proses operasi kelenjar prostat yang akan jalani Waluyo (72) warga kelurahan Tanjung Rambang, Kecamatan Rambang kapak Tengah dan Siali Robi (63) warga Desa tanjung telang, Kecamatan Prabumulih barat beberapa waktu lalu.

Dikatakanya, Opersi konvensional rawan inpeksi, seperti perut pasien biasanya membesar dan meradang. Untuk itu pihaknya terpaksa melakukan operasi ulang. Menurutnya, Jika terus menerus dilakukan operasi maka nyawa pasien yang dipertaruhkan. Lagipula penyembuhan luka pada tahap operasi kedua bisa mencapai waktu selama 4 hingga 6 minggu.

"Kasus yang kita temui, Perut pasien membesar dan sakit. Ketika kita buka kembali, sudah banyak peradangan dan komplikasi yang mengharuskan kita untuk melakukan tindak operasi lagi. Ini masalah yang kita hadapi saat ini. Sementara keselamatan pasien menjadi hal yang utama, Untuk itu kita hentikan proses operasi prostat secara konvensional," Katanya.

Masih kata dr. Yus, pihak rumah sakit menyarankan solusi dengan merujuk Pasien ke Rumah sakit Palembang. Nantinya disana akan dilakukan operasi Transurethral Resection of the Prostate (TURP). Teknik ini merupakan reseksi atau pengerokan prostat dari dalam tubuh menggunakan alat yang dilengkapi dengan kamera yang masuk melalui lubang kencing, tanpa menggunakan sayatan.

"Kita rujuk dia ke dokter spesialis bedah urologi di palembang yang lebih kompeten dan khusus menagani bedah kasus kelenjar Prostat. Nantinya disana akan dilakukan tindakan medis yang lebih baik, bahkan jika ada sayatanpun itu sangat kecil dan proses penyembuhanya sangat singkat antara 3 sampai 4 hari saja," Jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Kabid Pelayanan Medis, dr Yoanda Filia Cory melalui Kasubag Humas, H Ernan SKM, berhubung penyakit prostat ini harus lebih intensif dalam penagaannaya. Maka pihak rumah sakit menyarankan pasien untuk dirujuk ke bedah spesialis urologi. 

"Sejauh ini di RSUD kita belum ada dokter spesilis bedah urologi. Jika ditangani oleh dokter spesialis bedah  umum ini sangat rentan, mengingat para pasien kita sudah 60 tahun keatas," tambahnya.

Dirinya tidak menampik bahwa pasien Prostat  makin bertambah setiap hari di RSUD Prabumulih. Namun untuk mendatangkan spesialis bedah urologi ke Prabumulih memang sulit. Hal ini dikarenakan Dokter spesialis tersebut hanya sekitar tiga orang di Palembang.

"Kita pernah mengajukan ke pemerintah untuk mendatangkan dokter spesialis urologi. Namun jumlah Dokter ini sekitar 3 orang, itupun hanya ada di Palembang. Sebagai misi kemanusiaan, tindakan yang paling baik dan tepat adalah dengan merujuk pasien ke Palembang," Tandasnya. (Andri Kurniawan)

Posting Komentar

0 Komentar