publikzone


 

Jelang Pencoblosan, KPU Prabumulih Terkendala Dana Operasional

PRABUMULIH, PUBLIKZONE -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih dibuat bingung dengan masalah dana operasional. Pasalnya, hingga H-1 pencoblosan, KPU Prabumulih belum menerima pencairan dana hibah dari Pemerintah Kota Prabumulih.

Hal tersebut diutarakan Ketua KPU Kota Prabumulih, M Tahkyul saat dikunjungi  anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hendri Zainuddin dan Abdul Aziz. Menurut Takhyul akibat terhambatnya penyaluran dana dari Pemkot Prabumulih, pihaknya tidak bisa membayar dana untuk persiapan TPS seperti sewa tenda, kursi serta dana honor Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Kalau dananya belum kita terima bagaimana kita mau bekerja. Sementara petugas di lapangan sudah mulai bekerja dan menyakan honor mereka. Inilah dilema yang kami hadapi, namun demikian proses pilkada serentak ini harus tetap berjalan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk terus menyukseskan pilkada serentak ini," Ujar Takhyul.

Menaggapi Hal itu, Dua Senator Hendri Zainuddin dan Abdul Aziz mengaku sangat prihatin dengan keadaan yang dialami oleh KPU Prabumulih, Namun pihaknya tetap mengapresiasi kinerja KPU Prabumulih yang tetap komitmen dalam melaksanakan tugas demi terwujudnya Pilkada dan Pilgub serentak di Kota Prabumulih.

"Kami dari DPD RI ditugaskan oleh lembaga untuk memantau dan mensikronkan kegiatan pilkada serentak se Sumsel. Banyak hal yang terjadi di setiap daerah yang menyelenggarkan pemilihan. Salah satunya masalah pencairan dana hibah yang hingga saat ini belum diterima oleh KPU Prabumulih. Padahal besok sudah mulai dilakukan pencoblosan," ujar Hendri kepada wartawan usai melakukan kunjungan ke kantor KPU Prabumulih, Senin (26/06).

Hendri mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU Provinsi untuk mengatasi masalah yang terjadu. Menurutnya sebagai solusi pihak KPU Provinsi telah menyiapkan dana talangan untuk kebutuhan KPU Prabumulih.

"Jangan sampai masalah ini menghambat proses pesta demokrasi. Setelah dihitung-hitung dana yang dibutuhkan sekitar Rp1,9 Miliar. Kalau tidak ada halangan hari ini juga KPU Provinsi akan mentransfer dana talangan tersebut. Sehingga dana tersebut bisa digunakan untuk penyelenggaraan pilkada dan pilgub," Bebernya.

Sementara itu, Abdul Aziz menambahkan, hendaknya Pemkot Prabumulih bisa saling berkoordinasi dengan KPU Kota Prabumulih. Sehingga tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Khususnya terkait masalah pendanaan yang harus dikeluarkan oleh Pemkot Prabumulih.

"Kita juga sudah koordinasi langsung dengan pihak Pemkot Prabumulih. Alasannya pemkot masih menunggu hasil proses verivikasi. Apa alasan pastinya juga belum jelas. Namun yang jelas masalah ini harus segera dicarikan solusinya," tandasnya. (Ard)

Posting Komentar

0 Komentar