publikzone


Hendak Liputan, Wartawan Nyaris Jadi Korban Amukan Masa

PRABUMULIH, PUBLIKZONE -- Dugaan Money Politik yang dikabarkan marak beredar di kota Prabumulih, membuat  Para awak jurnalis melakukan pemantauan situasi untuk menyajikan berita akurat sesuai fakta dilapangan. Namun Alih Alih mendapatkan berita, Para Jurnalis ini malah menjadi korban kesalahpahaman dari salah satu pihak yang berseteru.

Diketahui Tiga orang wartawan Kota Prabumulih yakni Mulwadi (43) wartawan berita-one.com, Andri Kurniawan (36) dari publikzone.com, Herman (47) dari bininfor.com serta dua rekannya bernama Sofyan Atswari (27 ) dan Agus (40) nyaris menjadi korban amukan masa saat melakukan peliputan berita.

Peristiwa tersebut terjadi pada, Selasa (26/06) dinihari sekitar pukul 24.30 wib, di Simpang Tiga, Kelurahan Majasari. Beruntung kelimanya berhasil selamat setelah anggota Polres Prabumulih tiba dilokasi kejadian dan langsung mengamankan mereka.

Mulwadi, mengatakan, Saat itu mereka mendapat informasi dari sekretariat organisasi "Masyarakat Cinta Damai" tentang  oknum camat yang ditangkap warga saat melakukan aktifitas black campaign di wilayah Prabumulih Selatan. Untuk memastikan kebenaran tersebut, Mulwadi ditemani keempat rekanya berniat melakukan peliputan ke tempat kejadian perkara.

"Kami datang untuk meliput kejadian, namun bukanya mendapatkan berita kami justru dihadang sekelompok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menuding kami adalah salah satu pihak yang berselisih paham dengan mereka sebelumnya di Kelurahan Tanjung Raman," Ujar Mulwadi saat gelaran Press Confrence, Selasa (26/6).

Dikatakan Mulwadi, Dari arah pembicaraan yang dituduhkan kepadanya, Para ASN sebelumya sempat terlibat pertengakaran dengan tim salah satu paslon. " Dari arah pembicaraanya mereka diduga sempat ribut dengan pendukung salah satu paslon, Namun kami sudah mengaku hanya ingin melakukan peliputan dan sudah menunjukkan kartu pers," Jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kemong ini menuturkan, sempat terjadi keributan namun mereka tidak keluar dari dalam mobil. Beruntung pihak Kepolisian Polres Prabumulih yang sedang berpatroli tiba dilokasi dan langsung mengamankan Mereka ke Polres Prabumulih malam itu.

Lantaran kalah suara dan dituduh sebagai bagian dari pendukung paslon yang berselisih dengan relawan kolom kosong, mereka pun digeledah petugas dan ditemukan sepucuk soft gun milik mulwadi serta sebuah plastik klip dari dalam dompet rekannya.

"Soft gun memang milik saya, namun itu ada izin dan terdaftar di Perbakin. Sedangkan plastik klip yang mereka sebut sebagai narkoba merupakan bekas bungkus obat herbal. Polisi juga telah memeriksa dan memintai keterangan kami," bebernya.

Sementara itu,  Andri bersama keempat rekanya sangat menyayangkan sikap relawan KOKO dan salah satu rekan media yang seolah membuat keadaan menjadi memanas. Seharusnya, statmen bernada provokatif itu tidak perlu dilontarkan. 

"Kita bergerak memang Ada SK dari Forum Masyarakat Cinta Damai, Tujuanya untuk menciptakan Pilkada damai di Kota Prabumulih. Selain Itu Tugas kita sebagai jurnalis untuk meliput semua peristiwa,” pungkasnya. 

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Prabumulih, Sufyan Ats Aswari mengatakan, Dirinya bersama ke empat Krue yang bertugas tidak pernah menkonsumsi narkoba. Bahkan mereka telah menjalani proses Tes Urine yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Kami berlima telah menjalani proses Tes urine dan Haslinya Kami dinyatakan nagativ dan tidak menkonsumsi Narkoba. Jika Ada Isu yang beredar Kami menggunakan Narkoba itu Berita Bohong," Jelas Pian Sembari memperlihatkan Bukti Foto Hasil Tes Urine Mereka.

Ditempat yang berbeda, Kapolres Prabumulih AKBP, Tito Hutauruk SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Eryadi Yuswanto SH membenarkan telah mengamankan lima warga dan tiga diantaranya Wartawan. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik tidak menemukan bukti-bukti pelanggaran. Kelimanya juga tidak terlibat dalam pihak yang berselisih dan kemudian mereka dipulangkan," Tegas Eryadi. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar