publikzone


Gunakan Kartu kesehatan, Dua Pasien RSUD Prabumulih Ditolak Operasi


PRABUMULIH, PUBLIKZONE --- Sejatinya Rumah sakit dapat  membantu masyarakat luas agar bisa memberikan layanan kesehatan dan pengobatan. Namun tidak bagi kedua  pasien pengidap kelenjar prostat ini. Mereka masih menunggu diruang perawatan rumah sakit, tanpa ada tindakan operasi.

Seperti, Waluyo (72) warga kelurahan Tanjung Rambang, Kecamatan Rambang kapak Tengah ini. Meski berobat menggunakan kartu Akses BPJS. Dirinya, ditolak melakukan operasi oleh pihak RSUD Kota Prabumilih. Hal ini tentulah memupuskan harapannya untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya.

"Dokter bedah dan tim sudah menyanggupi untuk melakukan operasi namun pihak rumah sakit tidak mengizinkan," Jelasnya.

Menurut pensiunan PNS ini, dirinya selalu membayar premi melalui potongan gaji perbulan. Namun penggunaan kartu BPJS yang berlaku di RSUD kota Prabumulih hanya semingu saja. 

"Saya dinyatakan batal dioperasi dan  ini yang kedua kalinya. Kalau dihitung secara material gaji saya dipotong puluhan juta untuk iuran BPJS," Ujarnya.

Dikatakanya, Sejak dirawat di RSUD pelayanan medis yang diberikan cukup bagus seperti obat-obatan suntik, Infus ketersediaan fasilitas ruangan kelas I dan pelayanan lainya. Namun kekecewaan timbul saat operasi tidak diizinkan.

"Jika memang nantinya operasi tidak bisa dilakukan saya akan mengajukan klaim premi yang selama ini dibayarkan ke Askes," bebernya didampingi Darmadi ketua RT.03 RW. 01, Kelurahan Tanjung Rambang.

Sementara Siali Robi (63) warga Desa tanjung telang, Kecamatan Prabumulih barat juga hampir seminggu terbaring di sal rumah sakit. Ia didiagnosa mengalami penyakit Prostat, namun hingga saat ini belum juga mendapatkan kepastian kapan akan dilakukan Operasi.

"Bapak saya batal dioperasi karena keterbatasan biaya. Bahkan kami hanya bermodalkan kartu KIS dan KTP, KK serta surat miskin dari Kepala desa. keluarga kami kurang mampu pak," Ujar  Asanah anak dari Saili Robi kepada wartwan, Kamis (7/6).

Ia menuturkan, sejauh ini pihak RSUD telah memberikan rujukan untuk melakukan operasi ke rumah sakit Palembang. Walaupun demikian, keluarganya tetap menunggu kebijakan pihak RSUD.

"Kalau untuk berobat ke Palembang kami tidak sanggup pak, mengingat kami bukan orang yang mampu. Ini saja membawa orang tua kami kesini hanya bermodalkan kartu keluarga KK dan Kartu Tanda Penduduk KTP. Harapan kami, hanya menunggu kebijaksanaan RSUD agar orang tua kami dapat dioperasi," Harapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit umum Daerah kota Prabumulih. (Andri Kurniawan)

Posting Komentar

0 Komentar