publikzone


Tingkatkan Pengamanan, Polres Prabumulih Gelar Simulasi Anti Teror

PRABUMULIH, PUBLIKZONE -- Tindakan terorisme yang belakangan ini marak terjadi, membuat Kepolisian Resor Prabumulih meningkatkan sistem pengamanan. Untuk meminimalisir ancaman terorisme, sejumlah anggota Polisi menggelar simulasi penanganan anti teror di markas komando Polres Prabumulih, Senin (21/5).

Pelatihan dan simulasi pengamanan kali ini, difokuskan pada prosedur penerimaan tamu yang berkunjung. Terdapat 11 macam sistem pemeriksaan yang diterapkan secara bertahap. Bertindak sebagai pemandu jalanya simulasi yaitu Kasat Sabhara AKP Toni Arman, SH.

Metode tersebut menjelaskan rincian  bagaimana teknik dan tata cara pengamanan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman teror serta menciptakan situasi yang kondusif dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH mengatakan, Giat simulasi ini dilakukan agar seluruh personil paham dan mengerti dalam melakukan langkah-langkah yang profesional saat menerima tamu.

"Simulasi ini kita lakukan sebagai langkah penyelamatan diri maupun Mako dari hal yang tidak dikehendaki. Ancaman Teror Bom bisa saja datang dari pengunjung yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan," Ujarnya usai memantau langsung kegiatan tersebut.

Lebih lanjut kapolres menjelaskan,  tehnik pengamanan Mako yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kewaspadaan anggota khususnya yang berjaga di Polres Prabumulih.

"Ini tujuannya agar para personil yang bejaga baik didepan pintu masuk ataupun di seputaran markas lebih  memahami mekanisme dan langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kondisi seperti itu," tandasnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara AKP Toni Arman SH menjelaskan salah satu dari skenario peragaan penanganan tindak terorisme. Dalam pelatihan tersebut, situasi dibuat seperti suasana penyerangan yang sebenarnya.

"Dalam salah satu skenario, seorang teroris yang menyamar sebagai pengunjung mendatangi Polres Prabumulih dengan menggunakan sepeda motor dan membawa tas ransel. Pada kondisi ini para petugas yang berjaga kita dilatih melakukan penanganan cepat untuk melumpuhkan dan mengamankan terduga teroris" Jelas Toni. (Ard/Bio)

Posting Komentar

0 Komentar