publikzone


Terkait Limbah Minyak, PT Pertamina Adera Diduga Lakukan Pembohongan Publik

PALI - publikzone.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten PALI, Sumatera Selatan (Sumsel) menyesalkan atas ketidak hadiran pihak Perusahaan PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field, saat rapat koordinasi bersama Dinas lingkungan hidup dan Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL) pada Rabu (23/5).

Padahal pihak perusahaan plat merah tersebut, sudah diberitahukan sebelumnya oleh DPRD melalui surat resmi, bahwa akan diadakan rapat pada hari rabu guna membahas terkait pencemaran lingkungan yang terjadi diwilayah kecamatan Abab dan Penukal disebabkan oleh minyak mentah milik PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field.

"Rencana surat pemanggilan kedua akan kita dilayangkan kembali kepada pihak Pertamina Adera, jikalau masih tidak diindahkan maka Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL) akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk stop operasi perusahaan tersebut," Jelas Devi Harianto SH, wakil ketua DPRD kabupaten PALI saat memimpin rapat. 

Sementara Edi Suprianto SH. Ketua Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL) dalam rapat tersebut mengatakan bahwa pihak perusahaan harus bertanggung jawab atas pencemaran limbah tersebut, sebagaimana tertuang dalam undang-undang nomor 32 tahun 2009 pasal 54 ayat 1 tentang lingkungan hidup.

"Sudah jelas pada undang undang itu menjelaskan bahwa setiap kegiatan ekprolasi dan produksi migas harus melakuan pemulihan terhadap dampak limbah yang terjadi pada lingkungan hidup baik daratan maupun perairan, dan itu terbukti dari hasil survey kami dilapangan menemukan setiap lokasi kerja banyak limbah minyak," ujar Edi Suprianto.

Namun menurutnya, meskipun demikian dari banyaknya kejadian itu pihak perusahaan terkait, sejauh ini belum selesai melakukan pembersihan ceceran minyak yang ada dan melakukan pemulihan fungsi lingkungan hidup sebagaimana dalam ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

" PT Pertamina Asset 2 Adera Field, harus segera menyelesaikan pembersihan ceceran minyak di lokasi sampai benar-benar bersih baik tanah maupun tumbuh tumbuhan batang karet yang telah terkontaminasi minyak, karena dari hasil survey di lapangan banyak terdapat banyak sekali ceceran limbah minyak mentah bahkan ada salah satu payau terkontaminasi berat oleh limbah," Sambung Edi.

Selain itu ia mengatakan bahwa dilapangan banyak ditemukan kejanggalan, dari pernyataan pihak Adera yang mengatakan sudah dilakukan pembersihan dilokasi di setiap titik kebocoran akibat korosi maupun krosing padahal hasil cek kelapangan belum selesai, ini sudah jelas pembohongan publik.

" Disamping itu pihak adera mengatakan bahwa kebun warga yang terkena limbah sudah diganti rugi, namun kita ketahui sampai sekarang pemilik lahan masih melakukan penuntutan atas dampak dari limbah milik PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field," tutup Edi. (ST)

Posting Komentar

0 Komentar