publikzone


Bahas Normalisasi Sungai, Pjs Walikota Prabumulih Temui Menteri PUPR Di Jakarta

PRABUMULIH, PUBLIKZONE -- Permasalahan banjir yang menghantui masyakat pemukiman di sepanjang daerah aliran sungai kelekar dan lematang menjadi perhatian khusus pemerintah kota Prabumulih.

Pasca banjir yang melanda 8 kelurahan di empat 4 kecamatan Kota Prabumulih beberapa waktu lalu menyebabkan  2.727 KK dengan rincian 10.346  jiwa terkena dampak tersebut, kini pemerintah kota Prabumulih mulai memprioritaskan proyek normalisasi sungai kelekar pada tahun 2018 ini.

Kepastian ini diperoleh saat Pjs Walikota Prabumulih H Richard Chahyadi AP MSi Menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta pada Kamis 3 Mei 2018.

Dengan didampingi tokoh Sumsel di Jakarta Dr Agung Sampurna SE MSi, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo, serta Kepala Bappeda Kota Prabumulih Elman ST, Pjs Walikota Prabumulih membahas upaya dalam mengurangi risiko banjir dengan kementerian PUPR tersebut.

Richard Chahyadi menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Kelekar sangat mendesak dilakukan mengingat potensi banjir di sepanjang Sungai Kelekar sangat besar terlebih lagi saat curah hujan tinggi.

"Seperti yang kita ketahui, kita harus cepat tanggap dalam upaya mengurangi risiko banjir, Maka itu kita usulkan kepada bapak menteri PUPR agar pekerjaan normalisasi dapat terlaksana tahun 2018 ini," ujar Richard.

Menurut dia, pihkanya nanti akan memperbaiki kondisi drainase yang kurang memadai dan normalisasi Sungai dilakukan dengan pengerukan sedimen sehingga kapasitasnya bertambah.

"Upaya penanggulangan banjir terus dilakukan, Dengan normalisasi Sungai Kelekar diharapkan masyarakat Kota Prabumulih, terutama yang bermukim di sepanjang aliran sungai Kelekar tidak lagi terkena luapan air pada saat musim hujan," tambahnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Sumsel Dr Agung Firman Sampurna mendukung upaya Pemerintah Kota Prabumulih menormalisasi Sungai Kelekar. Menurutnya, proyek ini sangat menyentuh masyarakat Kota Prabumulih terkhusus bagi yang bermukim di sepanjang Sungai Kelekar. (ADV/HUMAS PEMKOT PRABUMULIH)

Posting Komentar

0 Komentar