publikzone


Armada Logging Tuck MHP Penyebab Hancurnya Jalan Di PALI

PALI - publikzone.com - Sejumlah masyarakat Kabupaten PALI, Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut dan menjuluki Armada Angkutan Logging Truck milik PT Musi Hutan Persada (MHP) mobil monster penghancur Jalan.

Pasalnya Mobil spesial pengangkut bahan baku kertas ini, setiap hari dengan sarat muatan mencapai puluhan ton kayu logging melintas dijalan cor beton sepanjang tiga kilometer yang menghubungkan antara kota dan kecamatan diwilayah kabupaten PALI.

Akibatnya jalan cor beton yang dibangun oleh pemerintah kabupaten PALI dari Simpang Raja ke Simpang Empat Camp Topo itu yang bersumber dana menggunakan APBN /APBD tahun 2017 itu hancur dan nyaris putus serta beberapa titik rusak parah.

" Jalan ini dibangun menggunakan uang rakyat, dan hancur oleh mobil mobil moster pengangkut kayu itu, dengan rusaknya jalan ini otomatis menghambat perekonomian masyarakat dan kami merasa sangat terganggu oleh rusaknya jalan itu," Ungkap Aswin, salah satu warga.

Sementara Sunardin SH. Kepala Dinas Perhubungan kabupaten PALI, melihat kondisi jalan yang rusak disebab oleh Truck logging milik perusahaan PT MHP dirinya meminta supaya perusahaan bahan baku kertas itu bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

" Kalau tidak mampu memperbaikan jalan seperti semula, jangan lewat dijalan rakyat. Ini jalan untuk menghidupkan ekonomi rakyat, bukan memperkaya pengusaha. Kalau begini rakyat menjadi resah, pengguna jalan jadi terhambat, Kita akan kandangkan kalau jalan ini belum juga di perbaiki." tegas Sunardin.

Terpisah sementara Obby, Humas PT MHP, dikonfirmasi berkaitan dengan adanya kerusakan jalan tersebut, pihak MHP telah mewacanakan perbaikan dititik-titik jalan cor yang rusak dan akan melakukan mentenen perawatan, yang bersifat semetara dengan cara ditimbun pakai tanah.

" Kita sudah ada rencana untuk perbaikan jalan itu, tetapi sebelum pelaksanaan yang rencananya dilaksanakan dipertengahan tahun ini, maka kami timbun menggunakan tanah  sementara," jelasnya, kepada wartawan, Rabu (30/5).

Dikatakanya saat ini sudah ada pekerja tengah melakukan perbaikan dengan menggunakan beberapa alat berat, dan aktivitas warga tidak lagi terhambat sebab pihaknya terus rutin melakukan perawatan dijalan tersebut. (ST)

Posting Komentar

0 Komentar