publikzone


 

Lima Team Pembalap Provinsi Bersaing Di Kejurda ROAD RICE Championship Bupati PALI Cup 2018

PALI - publikzone.com - Kejuaraan Daerah Road Race championship Bupati PALI cup 2018, diikuti oleh pembalap pembalap handal dari beberapa provinsi yang bersaing untuk merebut juara bergengsi pada perayaan dua tahun kepemimpinan Heri Amalindo sebagai Bupati defenitif Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Digelarnya kegiatan ini menurut ketua panitia penyelenggara Junaidi, selain untuk merayakan dua tahun Bupati depenitif, kegiatan juga bertujuan untuk mencari bibit bibit pembalap lokal sekaligus memperkenalkan Bumi Serepat Serasan yang merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) dikalangan masyarakat luar, melalui event event seperti ini atau olahraga lainnya. 

" Ini salah satu upaya kita untuk memperkenalkan kabupaten PALI kepada masyarakat luar, karena kita ini merupakan kabupaten yang baru terbentuk, dengan adanya kegiatan ini saya rasa dikit demi sedikit Daerah kit bisa dikenal orang," Ujar Junaidi kepada awak media saat jumpa pers di kantin melati komperta pada jumat malam (9/3).

Adu kecepatan motor di lintas aspal itu digelar pada hari sabtu tanggal 10 dan 11 di Sirkuit Gelora November Kota Pendopo kerjasama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumsel, Montezs Sport Club Indonesia, Komisi Olahraga Nasional Indonesia dan beberapa pihak sponsor lainnya.

Selain itu juga menurutnya dengan adanya Road Race Championship Bupati PALI Cup 2018 ini secara otomatis bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pedagang dan perhotelan yang ada di Bumi Serepat Serasan, sedangkan untuk pendanaan kegiatan murni berasal bantuan dari Koni dan pihak ketiga yang sifatnya tidak mengikat.

Sementara perwakilan dari IMI Sumsel, yang juga sebagai ketua juri dalam kejurda road race bupati PALI cup tahun 2018, Sandi Yudha Putra, mengatakan bahwa Kejurda tersebut diikuti oleh 65 peserta pembalap terdiri dari lima team yang datang dari lima provinsi yaitu Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka, dan Sumsel.

" Ada lima team pembalap dari lima provinsi yang ikut kejurda ini, diantara kelima team tersebut ada pembalap yang pernah mengikuti kejurnas, jadi meski ini kejurda tapi terasa kejurnas, dan untuk persiapan sirkuitnya kami menilai cukup baik, dan kita sudah turun langsung untuk menguji lintasanya," terangnya.

Sedangkan untuk panjang lintasan, menurutnya, standar kejurda itu 1000 meter namun di sini pihaknya buat pengecualian, karena mengingat keamanan dari pembalap tetap mengutamakan Sefety, selain itu, Sandi juga menjelaskan untuk sistem yang digunakan dalam balapan ini mengadopsi dari Moto GP.

"Kita menggunakan sistem digital, jadi kecurangan pada pembalap sulit dilakukan, dan kita harus menjunjung sportifitas dalam perlombaan," Pungkasnya. (ST)

Posting Komentar

0 Komentar