publikzone.com


Jumlah DPS Wilayah Muaraenim Mencapai 405.302 pemilih

Muara Enim -- Jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang tercatat di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muaraenim saat ini berjumlah 405.302 pemilih.

Hal ini terungkap dalam rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara, Rabu(14/03/2018) yang di gelar di Aula KPUD Muaraenim.

Seperti di katakan oleh Ketua KPUD Muaraenim, Rohani SH didampingi komisioner divisi Program Dan Data, Eko Suprianto berdasarkan hasil rekapitulasi dari 20 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Muaraenim tercatat total DPS yang ada saat ini berjumlah 405.302.

"Dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 204.201 dan perempuan 201.101 dengan jumlah desa sebanyak 255 dan jumlah TPS sebanyak 1055,"ujarnya.

Ia juga mengatakan untuk daftar pemilih potensial non KTP Elektonik kecamatan tercatat ada sebanyak 31.724 pemilih potensial.

"Dengan rincian laki-laki sebanyak 15.873 dan perempuan 15.851 sehingga totalnya 31.724 pemilih potensial,"jelasnya.

Rohani juga menjelaskan, pemilih potensial ini adalah pemilih yang sudah mencukupi syarat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada mendatang.

"Namun mereka belum memiliki KTP elektronik ataupun belum melakukan perekaman di kecamatan padahal mereka telah memenuhi syarat untuk menggunakan hak pilihnya,"paparnya.

Setelah rekapitulasi DPS ini, pihaknya akan meminta tanggapan masyarakat sampai ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan di gelar pada tanggal 19 april mendatang.

"Nah melalui tanggapan masyarakat inilah jika masih ada pemilih yang belum terdaftar atau data-data pemilih namun belum termasuk kedalam DPS masih bisa di daftarkan sebelum di tetapkannya DPT mendatang," katanya.

Ditambahkan Rohani, namun yang menjadi dilema oleh pihaknya adalah adanya peraturan KPU yang mewajibkan pemilih untuk membawa E KTP dengan Formulir C6 pada saat pencoblosan.

"Bagaimana tidak jika pemilih potensial tadi hanya memiliki C6 namun belum memiliki E KTP artinya mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya dan ini tentu saja akan berpengaruh pada tingkat partisipasi pemilih, namun kami masih akan terus menunggu petunjuk dari KPU pusat terkait PKPU no 8 tersebut."pungkas Rohani.

Dilain pihak, salah satu perwakilan tim pemenangan Paslon dari pasangan Nurul Aman - Thamrin AZ, Ahmad Imam Mahmudi berharap agar pihak KPU dapat mencarikan solusi terkait pemilih potensial Non KTP elektronik tersebut.

"KPU harus mencarikan solusinya bagaimana caranya agar 31.724 pemilih potensial tersebut dapat menggunakan hak pilihnya dalam pilkada mendatang, jika memang harus menggunakan surat keterangan dari disdukcapil bagaimana bagi masyarakat yang berada jauh dari disdukcapil untuk membuat surat keterangan tersebut dan ini harus segera ada solusinya,"katanya.

Ia juga berharap agar pihak disdukcapil juga melakukan jemput bola kepada 31.724 pemilih tersebut untuk melakukan perekaman sesegera mungkin.

"Selain itu proses pembuatan E KTP kalau bisa jangan di persulit sehingga mereka dapat segera memiliki E- KTP ," katanya.

Ditambahkannya jika permasalahan itu tidak dicarikan solusinya, pihaknya tentu akan sangat merasa di rugikan.
"Karena siapa tau dari jumlah pemilih potensial tersebut ada pendukung paslon kami dan karena masalah itu kami akan kehilangan suara,"pungkas Imam. (DN)

Posting Komentar

0 Komentar