Tak Direstui Jual Tanah, Suami Tega Bacok Istri

PALI - publikzone.com - Gara gara keinginannya menjual kebun ditolak oleh sang istri, Pardiman (38) warga Dusun II, Desa Sungai Langan, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, nekat membacok istrinya Suryani (36) hingga nyaris tewas, akibat kena hantaman parang dibagian kepala dan tangan.

Peristiwa pembacokan terjadi pada Selasa (16/01/2018), Saat itu, pelaku Pardiman dan istrinya Suryani (36), sedang berada di dapur membahas niat pelaku yang ingin menjual harta gono gini berupa kabun milik mereka untuk membayar hutang, namun, keinginan pelaku ditolak oleh sang istri, sehingga terjadilah keributan yang membuat Pardiman naik pitam.

Pelaku mengambil parang langsung membacok istrinya di bagian kepala, dan tangan sebelah kiri, akibat tebasan senjata tajam itu sehingga tangan istrinya putus, melihat istrinya bersimbah darah, pelaku lalu kabur kehutan dan perkebunan pelaku berniat sembunyi tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kendati demikian setelah sempat buronan selama dua hari, pada Kamis (18/01/2018) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Talang ubi dan mengakui perbuatannya, yang mengakibatkan hampir menghilangkan nyawa istrinya sendiri.

Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan, melalui Kapolsek Penukal Abab, Iptu Acep YS, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pelaku ditangkap berdasarkan LP/B-08/I/2018/Sumsel/Sek.P.Abab, tanggal 17 Januari 2018 tentang KDRT. 

"Pelaku menyerahkan diri di Mapolsek Talang Ubi. Lalu pelaku kita jemput dan sekaligus langusng mengambil barang bukti sajam yang digunakan pelaku, yang disimpannya di kebun. Selanjutnya kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Iptu Acep.

Saat ini, kata Iptu Acep, istri pelaku masih menjalani perawatan di RS Bunda Kota Prabumulih, karena kehilangan tangan sebelah kiri dan luka parah pada bagian kepala.

"Korban semula mendapat perawatan di Puskesmas setempat, karena luka yang dialaminya sangat parah jadi dilarikan ke RS Bunda Peabumulih," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). "Untuk ancaman kita terapkan pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara," tegasnya.(ST) 

Posting Komentar

0 Komentar