Pemkab PALI Akan Buka Lahan Pertanian Seluas 500 Hektar

PALI - publikzone.com - Mengingat diwilayah Bumi Serepat Serasan banyak sekali lahan kurang produktif yang bisa dikelola untuk dijadikan lahan pertanian, Pemerintah Daerah Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, melalui Dinas Pertanian setempat, berencana ditahun 2018 Ini akan membuka lahan Pertanian seluas 500 hektare.

Lahan tersebut nantinya difukoskan bagi kelompok tani untuk bercocok tanam jenis tanaman tumpang sari Jagung dan kedelai, hal ini dilakukan bertujuan selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, juga untuk mendonggak perekonomian masyarakat dikabupaten PALI melalui sektor pertanian.

"Coba bayangkan, kalau satu kilo jagung dijual dengan harga Rp.4000, kalau satu hektare menghasilkan jagung satu ton, rata rata petani menanam dua hektare, berarti petani dalam waktu tiga bulan mendapatkan penghasilan Rp. 8000.000,-sedangkan dalam satu tahun bisa empat kali panen," Jelas, Ahmad Jhoni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, kepada publikzone.com, Rabu (24/1).

Menurutnya lahan seluas 500 hektare tersebut, sudah siapkan, salah satu lokasinya di Desa Sungai Baung kecamatan Talang Ubi, dan di Sungai Limpah, selain itu kontur tanah diwilayah itu sangat cocok untuk segala jenis tanaman tumpang sari tetapi yang paling utama adalah jagung dan kedelai.

Sebelumnya Ferdian Andreas Lacony, Wakil Bupati PALI, menekankan kepada Dinas Pertanian supaya manfaatkan lahan eks perusahaan yang tidak produktif lagi, karena menurutnya untuk diwilayah kecamatan talang ubi saja, ribuan hektare lahan kosong yang semula dikelola oleh pihak perusahaan, namun sepertinya sekarang tidak produktif lagi.

" Saya meminta kepada dinas pertanian, untuk mengukur ulang lahan yang dikelola perusahaan yang ada di kabupaten ini, berapa luas yang ditanami dan berapa luas yang tidak ada tanamannya, sisanya kalau tidak difungsikan lagi oleh pihak perusahaan, maka akan kita kelola dan kita jadikan lahan pertanian, " Tegas Wabup, pada acara panen jagung perdana di Desa Simpang Tais, rabu (24/1).

Selain itu juga Wabup mengatakan kendati Kabupaten PALI terkenal daerah minyak, tetapi hasil minyak tersebut, tidak dirasakan langsung oleh masyarakat Bumi Serepat Serasan, karena hasilnya dibawa kepusat dulu, baru setelah itu kembali lagi ke daerah, tetapi kalau sektor pertanian, masyarakat merasakan langsung dampak dari hasinya.

Sementara dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) kabupaten PALI, Drs. Soemarjono, mengatakan bahwa dari data yang ada, kabupaten PALI memiliki lahan seluas 3500, Hektare milik menteri kehutanan yang terletak diwilayah benakat minyak, lahan itu sebagian besar digunakan untuk penelitian konservasi, dan sisanya lahan kosong. 

"Itu belum seberapa ditambah lagi lahan eks perusahaan Protek sindo seluas 16.000, hektare yang sebagian lahan tersebut, tidak difungsikan lagi oleh pihak perusahaan, jika benar benar pemerintah kabupaten PALI, ingin mengembangkan potensi disektor pertanian, itu cukup bagus, kami selaku legislatif sangat mendukung dan sangat mengafreseasi rencana itu, " ujar Soemarjono. (ST)

Posting Komentar

0 Komentar