publikzone


 

Target PKB Alat Berat Baru Capai 38,58 Persen

ILUSTRASI. NET

Prabumulih, Publikzone- Jelang akhir tahun 2017 jumlah penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Alat Berat (PKB-AB) di UPTD Samsat Kota Prabumulih baru terealisasi sekitar Rp 185.866.350 atau 38,58 persen. Jumlah ini jauh dari target yang ditentukan senilai Rp 481.809.890. Tentunya hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh UPTD Samsat Kota Prabumulih untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat khususnya bagi wajib pajak yang memiliki kendaraan alat berat.

Kepala UPTD Samsat Kota Prabumulih Epriliansyah MSi melalui Kasi Pendataan dan Penagihan Doni Andrivan mengatakan, belum terealisasinya pembayaran PKB-AB disebabkan oleh tingginya jumlah target yang ditetapkan oleh provinsi. Dibandingkan tahun sebelumnya target yang ditetapkan senilai kurang lebih Rp150 juta.

"Tahun sebelumnya capaian kita sekitar 80 persen atau Rp120 juta dari target. Kalau targetnya masih tetap seperti tahun kemarin tentunya jumlah yang kita dapati sekarang sudah over target," ujar Doni, Kamis (28/12).

Ia menuturkan, belum terealisasinya target penerimaan pembayaran pajak kendaraan bermotor khususnya alat berat tersebut disebabkan oleh faktor ekonomi. Selain itu rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak juga menjadi persoalan utama yang harus disiasati oleh pihaknya.

"Kita sudah lakukan pendataan untuk jumlah wajib pajak yang memiliki kendaraan alat berat. Ada 12 wajib pajak, dan kita akan upayakan untuk jemput bola. Selain itu samsat keliling (samling, red) juga terus kita aktifkan untuk menjangkau para wajib pajak," ujarnya.

Doni membeberkan, tidak hanya PKB-AB, tunggakan lainnya juga terdapat pada Pajak Air dan Permukaan (PAP). Dari target yang ditetapkan sebesar Rp33.6 juta baru terealisasi sekitar Rp16.5 juta atau 49,48 persen. Begitu juga dengan pajak BBN-KB dari target Rp31,4 juta baru diterima sebesar Rp23,4 juta atau sekitar 75,18 persen.

"Sedangkan untuk pembayaran PKB sudah mencapai 90,59 persen atau sekitar Rp29,2 miliar dari target Rp32,2 miliar," imbuhnya.

Masih kata Doni, dari jumlah pokok wajib pajak yang belum terealisasi dengan baik baru BBNKB-AB yang sudah tercapai.

"Target yang ditetapkan Rp46,3 juta terealisasi sebesar Rp50 juta atau sekitar 108,06 persen. Kedepan kita akan lebih optimalkan lagi untuk mendapatkan penerimaan jumlah pajak dengan melakukan sosialisasi kepada para wajib pajak," tandasnya. (Ic/ard)

Posting Komentar

0 Komentar