Home » , , » Gas Elpiji Tembus Harga Rp 38,000/Tabung, Warga PALI Beralih Ke Kayu Bakar

Gas Elpiji Tembus Harga Rp 38,000/Tabung, Warga PALI Beralih Ke Kayu Bakar

Written By zonapublik on Minggu, 03 September 2017 | 15.29

PAL - publikzone.com - Keberadaan Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas)ukuran 3 kilogram di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kian hari semakin langka yang mengakibatkan harganya semakin melambung. Terlebih di ibukota Kabupaten bejuluk Bumi serepat serasan yakni di Pendopo Talang Ubi, harga gas melon 3 kg ada yang mencapai Rp 38.000,- pertabung.

Keadaan seperti ini tentu sangat memberatkan masyarakat, apalagi ditengah himpitan ekonomi yang sebagian besar warga PALI bergantung pada hasil tanaman karet dan petani lainya dimana saat ini harga komoditi tersebut belum stabil. Padahal pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) getol melakukan pemantauan kelapangan,namun kelangkaan gas tiga kilogram tetap saja semakin parah.

"Hari ini kami sudah cari kemana mana namun kosong, terpaksa kami harus cari kayu bakar untuk memasak kebutuhan sehari hari, Tadi dengar dari tetangga bahwa dia dapat gas seharga Rp 38.000,-pertabungnya, itupun barangnya terbatas dan harus berebut dengan warga lain," ungkap Indra salah satu warga Talang Ubi, kepada publikzone.com Minggu (3/9).

Indra berharap pihak terkait, khususnya pihak Pertamina untuk menambah kuota gas melon di kabupaten PALI ke semua agen yang ada, sebab jangan hanya terpaku dengan kuota lama, karena semakin hari warga PALI bertambah, otomatis kebutuhan gas juga meningkat.

" Kami berharap Pertamina menambah kuota pasokan gas, karena semakin hari permintaan gas semakin tinggi," Pintanya.

Minimnya pasokan gas melon ini diakui Burhan, salah satu pemilik pangkalan gas LPG yang ada di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi, bahwa pangkalan LPG miliknya saat ini kewalahan atas kurangnya pasokan gas tabung warna hijau itu, sedangkan pangkalan miliknya melayani 6 desa, sementara pasokan yang diterima dari agen hanya 420 tabung dalam satu minggu.

"Jadi sangat jauh kurangnya untuk memenuhi kebutuhan warga di 6 desa. Walau terbatas, namun kami masih jual gas kepada pengecer dengan harga yang dianjurkan pihak agen yakni Rp 17.500,- pertabungnya kalau ada yang menyebutkan harganya sampai Rp 38.000,- pertabung, yang melakukan itu adalah pengecer," ungkap Burhan.

Sebelumnya, Lihan Umar kepala dinas perdagangan dan perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI menyebutkan bahwa pihaknya tidak temukan adanya penimbunan setelah pihaknya melakukan tinjauan dilapangan. Menurutnya langkanya gas melon 3 kg ini karena telatnya pasokan dari pihak agen.

"Langkanya gas melon dikarenakan telatnya pasokan LPG dari pihak agen," katanya.

Lihan Umar mengaku telah menghubungi salahsatu pihak agen LPG yang ada di kota Pendopo untuk segera mengirim LPG ke desa desa tersebut. namun mereka (agen,red) enggan mengirim gas melon kepada pangkalan LPG kalau tidak sesuai kuota, sebab masing-masing pangkalan sudah ada jatahnya.

"Untuk mengatasi ini, kami sarankan kepada pemerintah desa untuk mengirim surat usulan penambahan kuota kepada Pertamina ditembuskan ke kami, agar Pertamina bisa menambah pasokan gas melon ke wilayah yang kekurangan gas tersebut," saran Lihan. (St)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Jun Manurung | Jun dkk
Copyright © 2016. Publik Zone - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by POSMETRO CYBER GROUP
Proudly powered by Blogger