publikzone


 

Disdik Lahat Larang Siswa Bawa Ponsel ke Sekolah

LAHAT, PS--Maraknya penggunaan ponsel untuk keperluan yang tidak pantas di kalangan pelajar, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat mengambil tindakan. Rencananya akan segera diberlakukan larangan membawa ponsel ke sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat Cholil Mansyur menjelaskan, penggunaan ponsel di kalangan pelajar tidak ada masalah bila digunakan untul hal positif. Apalagi diera teknologi seperti sekarang, semua harus bisa mengikuti agar tidak ketinggalan zaman. namun saat ini banyak yang mulai menyalahgunakannya, terutama untul hal negatif dan dilarang.

Pihaknya sedang mengkaji penerapan larangan membawa ponsel ke sekolah bagi seluruh pelajar di Kabupaten Lahat. Sebab penggunaan di kalangan siswa sudah dianggap tidak pantas, karena disinyalir untuk hal-hal negatif. Seperti menyimpan video dan gambar tidak senonoh, hingga digunakan untuk saling mencontek.

Hal tersebut memang tidak dilakukan seluruh siswa, namun bisa berimbas bagi siswa yang lain. Apalagi akses kontek berbaru fornografi sangan mudah di dapat, hingga cendrung membawa dampak buruk bagi siswa. Sehingga mereka berencana menerapkan peraturan tersebut, mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat di seluruh wilayah Kabupaten Lahat.

Bila memang nanti akan diterapkan, Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu dimulai dari para guru. Sehingga mereka bisa menjelaskan kepada para siswa, dan penerapan dan pengawasan bisa berjalan dengan baik. Karena ujung tombak rencana tersebut adalah para guru di sekolah, agar bisa mendapat hasil maksimal.

"Kami akan sosialisasi dulu, dan dilakukan razia rutin bila sudah diterapkan. Untuk realisasi waktunya belum tahu, karena masih terus dikaji," tegas Cholil Mansyur, beberapa waktu lalu.

Sementara Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva'i mengaku, sangat mendukung program yang akan diterapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat tersebut. Apalagi konten video dan gambar porno seperti sudah mewabah, dan sangat gamppah di akses para pelajar yang memiliki ponsel.

Tambahnya, Pemkab Lahat berkomitmen untuk membangun ahlak para pelajar di seluruh wilayah Kabupaten Lahat. Selain melalui Dinas Pendidikan dan para guru, diharapkan orangtua juga turut andil dalam memberikan pengarahan dan pengawasan. Sehingga perkembangan teknologi tidak membawa efek negatif, bagi perkembangan remaja.

"Dinas Pendidikan sudah saya intruksikan, sebab akses hal negatif sudah sangat mudah dilakukan. Awal 2014 sudah harus diterapkan," ujar Aswari. (bmg/sripo)

Posting Komentar

0 Komentar